Tepat pada tanggal 15 hingga 19 April ini aku menghadapi UNAS 2013
UNAS tahun ini sangat jauh berbeda dengan sebelumnya yakni jumlah paket yang bertotal 30 paket, tapi karena 1 kelas hanya 20 anak, jadi per kelas hanya ada 20 paket saja
kemudian kode soal yang menggunakan barcode komputer sehingga dengan begini bisa meminimalisir kecurangan yang dilakukan oleh siswa siswi
aku dan teman-teman seangkatan sudah mempersiapkan diri masing-masing dengan belajar dan latihan, dan sekolahpun memfasilitasi kami dengan diadakan try out try out, yang selain try out tersebut dibuat oleh para guru sendiri, mereka juga meminta soal dari sekolah lain, contohnya frateran, SMA Bandung, Puri, dll.
bodohnya adalah, kita ingin siap untuk unas, tetapi try out yang diberikan adalah soal-soal Ujian sekolah
tiap sekolah kan beda-beda, jadi kami banyak yang depresi, down, dan lain-lain
ditambah lagi dengan adanya pembahasan sesudah try out, itu sudah H-14, dan anak-anak dipisah dan dikelompokkan menurut nilai ujian sekolah matematikanya, benar-benar tidak adil karena hanya melihat nilai matematika saja yang memang hampi 90% anak-anak tidak memenuhi standar nilainya
![]() |
| Jadwal Try Out dan Intensif, aku dapet kelas IPA-7 |
oke, hal itu tidak menghentikan aku, Barmen, dan Fajar untuk belajar sendiri dikarenakan pembahasan intensif yang tidak kondusif membuat kami kabur untuk belajar di tempat yang lebih baik. hari pertama minggu kedua setelah Try Out aku kabur langsung kerumah dengan mengirim powerbank via jne terlebih dahulu, hari kedua mulai sulit untuk kabur sehingga aku dan teman-teman sepemikiran yang mulai bertambah banyak mencoba kabur lewat lapangan basket dibantu oleh anak sekolah lain dan akhirnya aku ikut tambahan di neutron. setelahnya semakin sulit untuk kabur sehingga tidak memungkinkan, dikarenakan kelas yang aku dapatkan adalah kelas yang termasuk diremehkan sehingga intensif yang diberikan juga main-main (Bahasa), aku kabur ke kelas yang pembahasannya serius (MIPA)
itu terjadi hingga H-3 UNAS
di sisa waktu 3 hari yang seharusnya istirahat total, aku justru belajar dan belajar, mengejar ketertinggalan, ya, dikarenakan intensif dari sekolah yang benar-benar terlalu sungguh amat sangat tidak efektif sekali banget beuds ini aku harus berusaha maksimal sendiri
untung orang tua dan saudara semuanya mendoakanku, dan papa menyuruhku untuk bersedekah sehingga pada saat UNAS aku tidak akan berjuang sendiri, tetapi Allah dan do'a do'a orang-orang yang ikhlas mendoakanku akan membantuku menghadapi UNAS
oke hari H unas
jadwal UNAS sebagai berikut
akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang, hari pertama yakni Bahasa Indonesia
anak-anak yang menggunakan joki atau kunci jawaban masih belum beraksi karena memang masih tergolong mudah
hari kedua yang FISIKA mulai sulit sehingga aku tidak sempat merekam kondisi kelas, mungkin ada yang menggunakan jokinya mungkin juga tidak, di jaman ini hal tersebut sudah lumrah, sudah biasa, dan pengawas pun membiarkannya begitu saja
jam keduanya yakni BAHASA INGGRIS, laper... jadi gabisa konsen
Hari ketiga adalah MATEMATIKA, sebuah peperangan sengit yang benar-benar serius
seusai UN, aku diberitahu ada yang share soal TO DKI yang ternyata 80% matematika dan fisikanya keluar di UNAS, wah apaan ini ga adil. akhirnya aku mendownload itu soal dan latihan kimia dan biologinya
Hari terakhir KIMIA BIOLOGI, SUKSES BESAR
satu hal yang unik disini adalah, di UNAS ini aku tidak merasa seperti mengerjakan sebuah UNAS melainkan Try Out
kok bisa?
yah banyak faktor sih
mungkin aku yang memang belum siap, pemerintah yang amburadul (saat ini ada beberapa provinsi yang jadwal UN nya diundur, kemungkinan soal bocor sangat besar kan???) , uda keseringan try out, aku jujur sementara banyak anak pakai joki
alhasil ketika tidak tahu jawabannya aku menjawabnya dengan ngawur, tapi tanpa ada beban rasanya
yah.. untungnya Universitas seperti ITS yang saat ini sudah selesai menyeleksi undangan tidak menggunakan nilai UN untuk menerima calon Mahasiswa Baru, ini baru adil :)
pantas saja selama 4 hari ada tim independen dari ITS yang memata-matai bagaimana UN kami di Smada
semoga Allah swt. memberikan yang terbaik
amin
UNAS tahun ini memang kacau
tapi sepertinya sudah biasa ya
seperti apa cerita seorang guru yang jadi pengawas ujian berikut ini
http://ninokeyiz.wordpress.com/2013/04/19/oh-un-itu-begini/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar